Perbanyak Bersyukur dan Menghargai Yang Ada
Azka Faza Witantra
Aku,seorang anak berumur 15 tahun. Aku berasal dari keluarga yang bisa dibilang benar-benar tercukupi dan juga seseorang yang bersimpati.Suatu hari aku sedang merayakan kemenangan meraih juara 1 lomba berenang se-kota.
Disaat aku hendak mengambil pesanan makananku yang sangat amat banyak,aku berfikir bahwa aku tidak akan bisa membawa makanan-makanan itu sekaligus. Akhirnya aku mengambil makanan itu sedikit demi sedikit.
Saat aku hendak mengambil makanan lagi,ada seorang anak panti asuhan sebrang gang rumahku membantu. Ia berkata "kak saya bantu,ada acara apa kak?" Ucapnya sembari menyenderkan dagangan kerupuknya di tembok rumahku. Dagangan yang sangat banyak itu terlihat lebih tinggi dari tubuh mungilnya. Ia terlihat sangat wangi dan segar. Aku berkata "wah terimakasih,baru mulai jualan nih?"ia menjawab "iya kak,wangi gak kak?sengaja pakai parfum biar pembelinya tertarik. Kemarin waktu jualan sempat ditegur pembeli karena terlalu bau. Saya menabung untuk membeli parfum ini,sengaja membeli yang mahal agar awet."
Aku bertanya "berapa harganya?" ia menjawab "mahal kak 20ribu,tapi baunya sangat wangi ya kak. Ya mungkin bagi kakak 20ribu bukan apa-apa,tapi bagiku sangat berharga"
Ia terdiam sejenak "kalau saya boleh cerita,aku dititipkan di panti asuhan sejak berumur 7 tahun. Rumahku habis ditelan si jago merah, mama,papa,kakak habis terbakar. Saat itu,aku sedang bersekolah,dan saat aku kembali ke rumah,semua sudah habis. Aku tak punya siapapun". Tak sadar aku menitikkan air mata,aku berkata dalam hati 'ya Allah ya tuhanku,selama ini aku hidup tercukupi dan berasal dari keluarga yang berkecukupan,kedua orangtuaku juga lengkap,ya Allah kumohon lancarkan lah perjalanan hidup anak ini.'
Aku langsung mengeluarkan selembaran uang 20ribu,kuberikan pada anak itu,ia berkata "maaf kak saya hanya membantu dengan ikhlas,lagipula saya bukan pengemis. Jika kakak mau,beli saja kerupuk daganganku", aku langsung membeli kerupuk tersebut,ia pamit seraya mengangkut dagangannya"terimakasih banyak ya kak, assalamualaikum" aku menjawab "waallaikumussallam"kataku lirih.
Dari kejadian itu,aku sadar bahwa aku sangat kurang bersyukur. aku malu pada diriku sendiri yang berkehidupan serba enak dan tercukupi. Pada intinya kita harus banyak-banyak bersyukur.